one day one juz

Baca qur’an di kelas / di kantor saat senggang/ jam istirahat trus diliatin orang? Cueeek ajaaa… Baca qur’an di stasiun / di halte bus trus diliatin orang? Cueeeek ajaaaa… Baca qur’an di ruang tunggu rumah sakit, bank , di restoran sambill nunggu makanan, di bandara atau di public area trus diliatin orang? Cueeek ajaaa… Budayakan membaca quran dimana saja… sebaik2 bacaan… Takut riya? Jadi milih baca quran sembunyi2…? Itu karena kita belum terbiasa. Kalau terbiasa jadi biasa aja tuh hehe… mau sendirian kek.. mau di public area kek.. bacaan kita tetep sama aja… ^^ (Ps : riya’ adalah memperlihatkan (memperbagus) suatu amalan ibadah tertentu seperti shalat, shaum (puasa), atau lainnya dengan tujuan agar mendapat perhatian dan pujian manusia. Semakna dengan riya’ adalah Sum’ah yaitu memperdengarkan suatu amalan ibadah tertentu yang sama tujuannya dengan riya’ yaitu supaya mendapat perhatian dan pujian manusia.) Kalau ada yg mengatakan kita baik.. sholeeh… aamiin.. segala puja puji milik Allah dan semoga kita lebih baik dari yg disangkakakan… sebaliknya kalau ada yg mengatakan kita sok ‘alim, sok soleh.. cueeek ajaaaaaa…. bagusss dikatakan spt itu.. dari pada sok ga baik hehe… Semangat sehabat semua^^ saling mendoakan semoga istiqomaah.. Happy tilawah…!! Selamat mengaji… ^^ www.daftar.onedayonejuz.org

Jika Aku Menjadi Presiden

Jika Aku Menjadi Presiden RI

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam. Sehingga Belanda dan Jepang berebut untuk menguasai Indonesia pada masa penjajahan dahulu. Namun dalam faktanya Indonesia masih dalam keadaan terpuruk, berbeda dengan Jepang yang dengan keterbatasan sumber daya alam Jepang mampu melebihi Indonesia. Ada tanda Tanya besar disini, ada apa dengan Indonesia selama ini ??

Menurutku letak permasalahannya terdapat pada pemerintahan kita selama ini. Presiden merupakan kekuasaan tertinggi di pemerintahan. Ya sesuai judul “Jika Aku Menjadi Presiden RI” apakah yang akan aku,anda lakukan untuk kemajuan negeri kita ini? Ini merujuk akan performa RI yang tidak kunjung memuaskan. Banyak hal hal sepele menjadi masalah besar dan menjadi hambatan akan performa RI.

Jika aku menjadi Presiden RI??

Yang pertama aku akan lakukan adalah mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak yang kurang mampu,selain itu aku juga akan memperbaiki sekolah-sekolah yang tidak layak pakai. Aku ingin menciptakan sekolah –sekolah dengan pendidikan karakter yang benar-benar terealisasikan, bukan sekedar kurikulum saja. Karena menurutku pendidikan karakter sangat penting bagi para generasi muda, agar tidak ada lagi bibit koruptor yang akan muncul di tahun-tahun kedepan.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan menempatkan para koruptor di pulau pembuangan, biarkan mereka hidup disana. Mencari makan dipulai pembuangan. Agar mereka merasakan betapa susahnya mencari sesuap nasi bagi rakyat kecil selama ini. Jika tidak setuju dengan hukuman mati maka pulau pembuangan adalah tempat yang tepat bagi para koruptor.

 

 

 

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan merubah system hukum di Indonesia, yang selama ini kita ketaui bersama bahwa sistem hukum di Indonesia adalah “yang kaya yang menang”. Hanya sedikit hakim yang menghukum dengan adil tanpa ada unsur penyuapan. Aku akan tegakan keadilan di Indonesia. Semua rakyat sama dihadapan hukum baik yang kaya maupun yang miskin.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan alokasikan dana APBN untuk membantu petani di Indonesia. Dengan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang kaya namun Indonesia masih mendatangkan beras dari Negara lain. Aku yakin Indonesia mempunyai potensi untuk mengeksport beras ke Negara lain.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran, namun sebelumnya ku akan mengadakan pelatihan bagi para pengangguran agar siap untuk dipekerjakan.Dan nantinya tidak ada lagi istilah TKI, melainkan kita butuh tenaga kerja dari luar.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan tutup prostitusi. Dengan ditutupnya prostitusi aku akan mendirikan sebuah pembinaan bagi para wanita sehingga mereka siap bekerja dengan halal.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan mendukung penuh para generasi muda yang mempunyai kemampuan lebih dalam bidang teknologi.

Aku ingin Indonesia bisa menciptakan HP dan alat elektronik lainnya dengan potensi generasi muda yang sudah ada di Indonesia. Rakyat Indonesia harus bangga dengan Produk sendiri.

 

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan menghapuskan politik uang yang selama ini masih banyak terjadi. Aku akan mengubah pemilih yang irasioal menjadi pemilih yang rasional. Aku akan mengubah system demokrasi di Indonesia yang masih banyak praktek politik uang.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan memberi pelayanan kesehatan yang bagus bagi masyarakat kecil, masyarakat yang kurang mampu. Selama ini banyak masyarakat kecil yang mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya dari pihak rumah sakit, alasannya tidak lain adalah karena mereka tidak mempunyai biaya.

Keinginan ku untuk mengubah Indonesia menjadi lebih maju tentunya dimulai dari sesuatu yang kecil, yaitu dimulai dari keluarga ku sendiri. Dengan lebih meningkatkan kedisplinan dan tanggung jawab, serta belajar lebih giat, tidak hanya di kampus, tetapi juga dari hal-hal baru yang ku temukan. Semoga melalui tulisan ini dapat menambah wawasan ku dan membuka jalan bagi siapapun yang berpikiran sama, yakni ingin memajukan Bumi Pertiwi.

Ayo bersama kita bangun Indonesia.

Bangkitlah negeriku!! Harapan Itu Masih Ada!! 

 

 

Ninuk Dian Rahmawati

 

 

 

 

 

 

 

Jika Aku Menjadi Presiden RI

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan sumber daya alam. Sehingga Belanda dan Jepang berebut untuk menguasai Indonesia pada masa penjajahan dahulu. Namun dalam faktanya Indonesia masih dalam keadaan terpuruk, berbeda dengan Jepang yang dengan keterbatasan sumber daya alam Jepang mampu melebihi Indonesia. Ada tanda Tanya besar disini, ada apa dengan Indonesia selama ini ??

Menurutku letak permasalahannya terdapat pada pemerintahan kita selama ini. Presiden merupakan kekuasaan tertinggi di pemerintahan. Ya sesuai judul “Jika Aku Menjadi Presiden RI” apakah yang akan aku,anda lakukan untuk kemajuan negeri kita ini? Ini merujuk akan performa RI yang tidak kunjung memuaskan. Banyak hal hal sepele menjadi masalah besar dan menjadi hambatan akan performa RI.

Jika aku menjadi Presiden RI??

Yang pertama aku akan lakukan adalah mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak yang kurang mampu,selain itu aku juga akan memperbaiki sekolah-sekolah yang tidak layak pakai. Aku ingin menciptakan sekolah –sekolah dengan pendidikan karakter yang benar-benar terealisasikan, bukan sekedar kurikulum saja. Karena menurutku pendidikan karakter sangat penting bagi para generasi muda, agar tidak ada lagi bibit koruptor yang akan muncul di tahun-tahun kedepan.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan menempatkan para koruptor di pulau pembuangan, biarkan mereka hidup disana. Mencari makan dipulai pembuangan. Agar mereka merasakan betapa susahnya mencari sesuap nasi bagi rakyat kecil selama ini. Jika tidak setuju dengan hukuman mati maka pulau pembuangan adalah tempat yang tepat bagi para koruptor.

 

 

 

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan merubah system hukum di Indonesia, yang selama ini kita ketaui bersama bahwa sistem hukum di Indonesia adalah “yang kaya yang menang”. Hanya sedikit hakim yang menghukum dengan adil tanpa ada unsur penyuapan. Aku akan tegakan keadilan di Indonesia. Semua rakyat sama dihadapan hukum baik yang kaya maupun yang miskin.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan alokasikan dana APBN untuk membantu petani di Indonesia. Dengan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang kaya namun Indonesia masih mendatangkan beras dari Negara lain. Aku yakin Indonesia mempunyai potensi untuk mengeksport beras ke Negara lain.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran, namun sebelumnya ku akan mengadakan pelatihan bagi para pengangguran agar siap untuk dipekerjakan.Dan nantinya tidak ada lagi istilah TKI, melainkan kita butuh tenaga kerja dari luar.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan tutup prostitusi. Dengan ditutupnya prostitusi aku akan mendirikan sebuah pembinaan bagi para wanita sehingga mereka siap bekerja dengan halal.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan mendukung penuh para generasi muda yang mempunyai kemampuan lebih dalam bidang teknologi.

Aku ingin Indonesia bisa menciptakan HP dan alat elektronik lainnya dengan potensi generasi muda yang sudah ada di Indonesia. Rakyat Indonesia harus bangga dengan Produk sendiri.

 

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan menghapuskan politik uang yang selama ini masih banyak terjadi. Aku akan mengubah pemilih yang irasioal menjadi pemilih yang rasional. Aku akan mengubah system demokrasi di Indonesia yang masih banyak praktek politik uang.

Jika Aku Menjadi Presiden RI??

Aku akan memberi pelayanan kesehatan yang bagus bagi masyarakat kecil, masyarakat yang kurang mampu. Selama ini banyak masyarakat kecil yang mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya dari pihak rumah sakit, alasannya tidak lain adalah karena mereka tidak mempunyai biaya.

Keinginan ku untuk mengubah Indonesia menjadi lebih maju tentunya dimulai dari sesuatu yang kecil, yaitu dimulai dari keluarga ku sendiri. Dengan lebih meningkatkan kedisplinan dan tanggung jawab, serta belajar lebih giat, tidak hanya di kampus, tetapi juga dari hal-hal baru yang ku temukan. Semoga melalui tulisan ini dapat menambah wawasan ku dan membuka jalan bagi siapapun yang berpikiran sama, yakni ingin memajukan Bumi Pertiwi.

Ayo bersama kita bangun Indonesia.

Bangkitlah negeriku!! Harapan Itu Masih Ada!! 

 

 

Ninuk Dian R

Materi Bimbingan Klasikal

MATERI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

JURUSAN MATEMATIKA 2013/2014

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

 

Topik              : Penyesuaian diri

Sub topik        : Penyesuaian diri dengan lingkungan baru terutama di kampus

  1. PENGERTIAN

Pengertian penyesuaian diri (adaptasi) pada awalnya berasal dari pengertian yang didasarkan pada ilmu biologi, yaitu dikemukakan oleh Charles Darwin yang terkenal dengan teori evolusi. Ia mengatakan “genetic changes can improve the ability of organisms to survive, reproduce, and in animals, raise offspring, this process is called adaptation”. Artinya tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai reaksi terhadap berbagai tuntutan dan tekanan alamiah lainnya. Semua makluk hidup secara alami telah dibekali beradaptasi dengan keadaan lingkungan alam untuk bertahan hidup. Dalam istilah psikologi, penyesuaian diri (adaptasi dalam istilah biologi) disebut dengan istilah adjustment merupakan suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri dan tuntutan lingkungan (Davidoff, 1991). Penyesuaian diri merupakan suatu proses alamiah dan dinamis yang bertujuan mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungannya.

  1. PROSES PENYESUAIAN DIRI

Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungan.  Seperti kita ketahui penyesuaian diri yang sempurna tidak akan pernah tercapai. Penyesuaian diri lebih bersifat suatu proses psikologis sepanjang hayat (live long procces) dan manusia terus menerus akan berupaya menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup, guna mencapai pribadi yang sehat.

Orang akan dikatakan sukses dalam melakukan penyesuaian diri jika ia akan mamenuhi kebutuhanya dengan cara-cara yang wajar atau dapat dierima oleh lingkungan tanpa merugikan atau mengganggu orang lain. Penyesuaian diri yang baik, yang selalu ingin diraih oleh seorang tidak akan dicapai, kecuali kehidupan orang tersebut benar-benar terhindar dari tekanan tergoncangan dan ketegangan jiwa. Pada dasarnya penyesuaian diri melibatkan individu dengan lingkunganya.

  1. ASPEK-ASPEK PENYESUAIAN DIRI
    1. Penyesuaian Pribadi

Penyesuaian pribadi adalah kemampuan seseorang untuk menerima diri demi tercapainya hubungan yang harmonis antara dirinya dan lingkungan sekitarnya. Ia menyatakan sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya, apa kelebihan dan kekuranganya dan mampu bertindak objektif sesuai dengan kondisi dan potensi dirinya. Keberhasilan penyesuaian diri pribadi ditandai oleh tidak adanya rasa benci tidak adanya keinginan untuk lari dari kenyataan, atau tidak percaya pada potensi pada dirinya. Sebaliknya, kegagalan penyesuaian pribadi ditandai oleh kegoncangan dan emosi, kecemasan, ketidak puasan, dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya sebagai akibat adanya jarak pemisah antara kemampuan individu dan tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya. Hal inilah yang menjadi  sumber terjadinya konflik yang kemudian terwujud dalam rasa takut dan kecemasan, sehingga untuk meredakannya individu harus melakukan penyesuaian diri.

  1. Penyesuaian Sosial

Penyesuaian sosial diartikan sebagai keberhasilan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompoknya pada khususnya. Dalam kehidupan di masyarakat terjadi proses saling mempengaruhi satu sama lain yang terus menerus yang silih berganti. Dari proses tersebut, timbul pola kebudayaan dan pola tingkah laku yang sesuai dengan aturan, hukum, adat istiadat, nilai, dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Proses ini dikenal dengan istilah proses  penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkungan hubungan social ditempat individu itu hidup dan berinteraksi dengan orang lain. Hubungan-hubungan sosial tersebut mencakup hubungan dengan anggota keluarga, masyarakat sekolah, teman sebaya, atau anggota masyarakat luas secara umum.

  1. KARAKTERISTIK PENYESUAIAN DIRI

Sesuai dengan perkembangan fase remaja maka penyesuaian diri di kalangan remaja memiliki karakteristik yang khas pula. Berikut ini bentuk karakteristik penyesuaian diri remaja :

1)     Penyesuaian Diri Remaja terhadap Peran dan Identitasnya

Pesatnya perkembangan fisik dan psikis, seringkali menyebabkan remaja mengalami krisis peran dan identitas. Sesungguhnya, remaja senantiasa berjuang agar dapat memainkan perannya agar sesuai dengan perkembangan masa peralihannya dari masa anak – anak menjadi dewasa. Tujuannya untuk menemukan identitasnya dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

2)     Penyesuaian Diri Remaja terhadap Pendidikan

Krisis identitas yang dialami oleh remaja seringkali menimbulkan kendala dalam penyesuaian diri terhadap kegiatan belajarnya. Pada umumnya remaja mengetahui jika ingin menjadi sukses harus belajar yang rajin, namun dalam upayanya mencari identitasnya para remaja seringkali mencari kegiatan yang bersifat diluar belajar. Tidak jarang remaja ingin sukses dalam pendidikan tetapi dengan cara yang mudah tanpa belajar.

3)     Penyesuaian Diri Remaja terhadap Seks

Secara fisik remaja mengalami kematangan pertumbuhan fungsi seksual, sehingga dorongan seksualnya juga kuat. Artinya, remaja perlu menyesuaikan dirinya untuk bisa mengendalikan hasrat seksualnya, dalam batas nilai – nilai moral masyarakat dan agama.

4)     Penyesuaian Diri Remaja terhadap Norma Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat, tentunya memiliki aturan – aturan yang harus dijunjung tinggi mengenai baik atau buruk, benar atau salah, boleh atau tidak boleh dilakukan dalam bentuk norma – norma, hukum, nilai moral, sopan santun maupun adat istiadat. Berbagai bentuk aturan kelomopok masyarakat belum tentu bisa diterima oleh remaja saat ini. Dalam konteks ini penyesuaian diri remaja terhadap norma sosial adalah menginteraksikan antara dorongan untuk bertindak bebas, dengan tuntutan norma sosial pada masyarakat.

5)     Penyesuaian Diri Remaja terhadap Penggunaan Waktu Luang

Waktu luang remaja merupakan kesempatan untuk memenuhi dorongan bertindak bebas. Namun disisi lain, remaja dituntut agar dapat menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat. Jadi upaya penyesuaian diri remaja adalah melakukan penyesuaian antara dorongan kebebasan serta inisiatif dan kreativitas dengan kegiatan yang bermanfaat. Dengan demikian penggunaan waktu luang akan menunjang diri dan manfaat sosial.

6)     Penyesuaian Diri Remaja terhadap Penggunaan Uang

Dalam kehidupannya remaja juga berupaya menemui dorongan sosial lain yang memerlukan dukungan finansial. Karena remaja belum mampu memperoleh penghasilan sendiri, dengan adanya rangsangan, tantangan, tawaran maupun kesempatan seringkali mengakibatkan jatah uang yang diterima dari orang tua dianggap kurang. Jadi, perjuangan penyesuaian diri remaja adalah berusaha untuk mampu bertindak proposional dalam memenuhi kebutuhan sosial.

7)     Penyesuaian Diri Remaja terhadap Kecemasan, Konflik dan Frustasi

Karena dinamika perkembangan yang sangat dinamis, remaja seringkali dihadapkan pada kecemasan, konflik dan frustasi. Strategi penyesuaian diri dalam hal ini biasanya malalui suatu mekanisme oleh Sigmund Freud (Corey, 1989) disebut dengan mekanisme pertahanan diri seperti kompensasi, rasionalisasi, sublimasi, identifikasi, regresi, fiksasi.

Dalam kenyataan, tidak selamanya individu akan berhasil dalam melakukan penyesuaian diri. Hal itu disebabkan adanya rintangan atau hambatan tertentu yang menyebabkan ia tidak mampu melakukan penyesuaian diri secara optimal. Rintangan-rintangan tersebut, ada individu-individu yang mampu melakukan penyesuian diri secara positif, tetapi ada pula yang melakukan penyesuaian diri secara tidak tepat.

  1. Penyesuaian Diri yang Positif

Diantaranya ditandai hal-hal sebagai berikut:

  1. Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional yang berlebihan.
  2. Tidak menunjukan adanya mekanisme pertahankan yang salah
  3. Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi.
  4.  Memiliki pertimbangan yang rasional dalam pengarahan diri.
  5. Mampu belajar dari pengalaman
  6. Bersikap realisktik dan objektif

Dalam penyesuaian diri secara positif, individu akan melakukan berbagai bentuk berikut ini.

  1.  Penyesuian diri dalam menghadapi masalah secara langsung

Dalam situasi ini, individu secara langsung menghadapi masalah dengan segala akibat. Ia akan melakukan tindakan yang sesuai dengan masalah yang dihadapinya. Misalnya seorang remaja yang hamil sebelum menikah akan menghadapinya secara langsung dan berusaha mengemukakan segala alasan kepada orangtuanya.

  1. Penyesuian diri dengan melakukan eksplorasi (penjelajahan)

Dalam situasi ini, individu mencari berbagai pengalaman untuk menghadapi dan memecahkan masalah-masalahnya. Misalnya, seorang siswa yang merasa kurang mampu dalam mengerjakan tugas membuat makalah akan mencari bahan dalam upaya menyelesaikan tugas tersebut, dengan membaca buku, konsultasi, diskusi, dan sebagainya.

  1. Penyesuaian diri dengan trial and error

Dalam cara ini, individu melakukan tindakan coba-coba, dalam arti kalau menguntungkan diteruskan dan kalau gagal tidak diteruskan. Misalnya, seorang pengusaha mengadakan spekulasi untuk meningkatkan usahanya.

  1. Penyesuaian diri dengan subsitusi (mencari pengganti)

Apabila individu merasa gagal dalam menghadapi masalah, ia dapat memperoleh penyesuaian dengan jalan mencari pengganti. Misalnya, gagal berpacaran secara fisik, ia akan mencari pacar penggati yang sesuai dengan yang ia inginkan.

  1. Penyesuaian diri dengan belajar

Dengan belajar, individu dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membantu penyesuaian dirinya. Misalnya, seorang guru akan berusaha belajar tentang berbagai ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan profesionalismenya.

  1. Penyesuaian diri dengan pengendalian diri

Penyesuaian diri akan lebih efektif jika disertai oleh pengetahuan memilih tindakan yang tepat serta pengendalian diri yang tepat pula. Dalam situasi ini, individu akan berusaha memilih tindakan mana yang harus dilakukan dan tindakan mana yang tidak perlu dilakukan.Cara inilah yang disebut inhibisi.

  1. Penyesuian diri dengan perencanaan yang cermat

Dalam hal ini, sikap dan tindakan yang dilakukan merupakan keputusan yang diambil berdasarkan perencanaan yang cermat dan matang. Keputusan diambil  setelah dipertimbangakan dari berbagai segi, seperti untung dan ruginya.

  1. Penyesuaian diri yang salah

Kegagalan dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, dapat mengakibatkan individu melakukan penyesuaian yang salah. Penyesuaian diri yang salah ditandai dengan sikap dan tingkah laku yang serba salah, tidak terarah, emosional, sikap yangtidak realistik, membabi buta, dan sebagainya. Ada tiga bentuk reaksi dalam penyesuaian yang salah, yaitu rekasi bertahan, reaksi menyerang, dan reaksi melarikan diri.

 

 

  1. 1.     Reaksi bertahan (defence reaction)

Individu berusaha mempertahankan dirinya dengan seolah-olah ia tidak menghadapi kegagalan, ia akan menunjukkan dirinya tidak mengalami kesulitan. Adapun bentuk khusus dari reaksi ini yaitu:

  1. Resionalisasi, yaitu mencari cari alasan yang masuk akal untuk membenarkan tindakanya yang salah.
  2. Represi, yaitu menekan perasaannya yang dirasakan kurang enak ke alam tidak sadar. Ia akan berusaha melupakan perasaan atau pengalamannya yang kurang menyenangkan atau menyakitkan.
  3. Proyeksi, yaitu menyalahkan kegagalan dirinya pada pihak lain atau pihak ketiga untuk mencari alasan yang bisa diterima. Misalnya, seorang siswa yang tidak lulus hal itu disebabkan guru-gurunya membenci dirinya.
  4. “Saur Grapes” (anggur kecut) yaitu memutar balikkan fakta atau kenyataan. Misalnya, seorang remaja yang gagal menulis sms mengatakan bahwa handphonenya rusak, padahal dia sendiri tidak bisa menggunakan HP.
  5. 2.     Reaksi menyerang (Aggrresive Action)

Individu yang salah akan menunjukkan sikap dan perilaku yang bermanfaat menyerang atau konfrontasi untuk menutupi kekurangan atau kegagalannya. Ia tidak mau menyadari kegagalannya atau tidak mau menerima kenyataan. Reaksi-reaksinya, antara lain:

  1. Selalu membenarkan diri sendiri,
  2. Selalu ingin berkuasa dalam setiap situasi,
  3. Merasa senang bila mengganggu orang lain,
  4. Suka menggertak, baik dengan ucapan maupun perbuatan,
  5. Menunjukan sikap permusuhan secara terbuka,
  6. Bersikap menyerang dan merusak
  7. Keras kepala dalam sikap dan perbuatannya,
  8. Suka bersikap balas dendam,
  9. 3.     Reaksi melarikan diri (escape reaction)

Dalam reaksi ini, individu akan melarikan diri dari situasi yang menimbulkan konflik atau kegagalannya. Reaksinya tampak sebagai berikut:

  1. Suka berfantasi untuk memuaskan keinginan yang tidak tercapai dengan bentuk angan-angan (seolah-olah sudah tercapai)
  2. Banyak tidur, suka minuman keras, bunuh diri, atau menjadi pecandu narkoba,
  3. Regresi, yaitu kembali pada tingkah laku kekanak-kanakan. Misalnya, orang dewasa yang bersikap dan berperilaku seperti anak kecil.

RPLBK

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2013/2014

  1. A.    RASIONALISASI

Seringkali mahasiswa mengalami rasa kantuk ketika belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Mahasiswa cenderung menguap saat merasa ngantuk dan dapat mengurangi konsentrasi saat belajar, itu terlihat dengan cara mahasiswa sering menundukan kepala serta menyandarkan bahu di kursi. Untuk itu guru BK mencoba untuk membantu mengatasi permasalahan mahasiswa untuk menghilangkan atau mengurangi rasa ngantuk ketika belajar sehingga mahasiswa dapat menyerap pelajaran ketika belajar.

  1. B.    BIDANG LAYANAN            : Bidang Belajar
  2. C.    TUJUAN LAYANAN            :
    1. Mahasiswa dapat memahami pentingnya belajar
    2. Mahasiswa dapat mengetahui faktor penyebab rasa kantuk
    3. Mahasiswa dapat mengatasi rasa kantuk yang dialami ketika belajar
    4. D.    FUNGSI LAYANAN             : Fungsi pemahaman dan pengembangan
    5. E.    MATERI LAYANAN            :
      1. Topik / tema                     : Menghilangkan rasa kantuk saat belajar
      2. Penjelasan materi             : terlampir di power point

Partowisastro, Koestoer. 1986. Diagnosa dan Pemecahan Kesulitan Belajar. Jakarta: Erlangga

Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

 

  1. F.     METODE                               : Menggunakan metode ceramah dan tanya jawab
  2. G.   TAHAPAN                             :

Alokasi Waktu

Kegiatan

10 menit

  1. Mengadakan rapport
    1. Mengucapkan salam
    2. Mengecek kehadiran
    3. Menanyakan kabar mahasiswa
    4. Melakukan appersepsi kepada mahasiswa mengenai kegiatan belajar
    5. Menjelaskan tujuan pemberian materi

20 menit

  1. Menjelaskan pentingnya belajar bagi mahasiswa
  2. Menjelaskan faktor penyebab rasa kantuk
  3. Menjelaskan cara mengatasi rasa kantuk saat belajar

5 menit

Curah pendapat

5 menit

  1. Simpulan
  2. Laiseg
  3. Penutup
    1. Memotivasi mahasiswa
    2. Mengucapkan salam

 

  1. H.    ALAT DAN MEDIA              :
  • LCD
  • Power Point
  1. I.      EVALUASI LAYANAN        :
    1. Evaluasi Proses
      1. Mengamati mahasiswa dalam menerima layanan tentang materi yang disampaikan
      2. Mengungkapkan gagasan terhadap materi yang disampaikan
  2. Evaluasi Hasil

Memberikan pertanyaan lisan secara acak untuk mengetahui pemahaman, perasaan dan komitmen mahasiswa setelah mendapatkan materi layanan.

 

Semarang, 9 Oktober2013

Guru Bimbingan dan Konseling

 

ENDRIATI

NIM : 1301412057

STRATEGI MENGHILANGKAN RASA KANTUK SAAT BELAJAR

 

  1. A.    Arti penting belajar
    1. 1.     Arti penting belajar bagi perkembangan manusia

Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang terkandung dalam belajar. Disebabkan oleh kemampuan berubah karena belajarlah, maka manusia dapat berkembang lebih jauh daripada makhluk-makhluk lainnya. Karena kemampuan berkembang melalui belajar itu pula manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih dan menetapkan keputusan-keputusan penting untuk kehidupannya.

Contohnya adalah perkembangan kognitif dalam hal berpikir kompleks dan baik. Perkembangan berpikir kompleks dan baik (complex and good thinking) hampir dapat dipastikan tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi tergantung pada proses belajar. Proses belajar berpikir secara baik itu sendiri pada umumnya berlangsung sebagai hasil proses mengajar dengan pendekatan-pendekatan (approaches to teaching) tertentu antara lain seperti pendekatan direct explanation, ‘penjelasan langsung’ dan guided participation, ‘keikutsertaan terpimpin’ (Pressley & McCormick, 1995). Secara ringkas dapat dikatakan bahwa kualitas hasil perkembangan manusia itu banyak terpulang pada apa dan bagaimana dia belajar. Selanjutnya, tinggi rendahnya kualitas perkembangan manusia (yang pada umumnya merupakan hasil belajar) akan menentukan masa depan peradaban manusia, jika kemampuan belajar umat manusia dikurangi setengah saja maka peradaban yang ada sekarang ini taka kan berguna bagi generasi mendatang.

  1. 2.     Arti penting belajar bagi kehidupan manusia

Belajar berfungsi sebagai alat mempertahankan kehidupan manusia. Artinya dengan ilmu dan teknologi hasil belajar kelompo manusia tertindas dapat digunkan sebagai benteng pertahanan. Dalam perspektif agama, belajar merupakan kewajiiban bagi setiap orang beriman agar memperoleh ilmu penegtahuan dalam rangka meningkatkan derajat kehidupan mereka.

Allah berfirman dalam surat Mujadalah : 11

Artinya : “ . . . niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang beriman dan berilmu”.

Ilmu dalam hal ini tidak hanya ilmu agama, namun ilmu pengetahuan yang relevan dengan tuntutan kemajuan zaman dan bermanfaat bagi kehidupan orang banyak dan pemilik ilmu pengetahuan itu sendiri.

  1. B.    Pengertian belajar

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamnetal dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

  1. C.    Rasa kantuk yang datang saat belajar

Seringkali kita merasa ngantuk saat dosen sedang menjelaskan, sehingga mahasiswa hanya diam mendengarkan. Dosen yang membosankan, suasana membosankan adalah indikasi bahwa mahasiswa sekarang lebih suka pembelajaran yang aktif, berjalan dua arah. Selain itu mungkin cara dosen mengajar perlu divariasi agar mahasiswa tidak bosan dan bersemangat belajar sehingga tidak merasa ngantuk. Namun mahasiswa juga harus menyadari bahwa selain faktor diatas, penyebab rasa kantuk juga bisa berasal dari diri individu itu sendiri. Misal mahasiswa yang mengantuk di kelas karena kelelahan, kekenyangan atau gangguan kesehatan. Semua memiliki efek samping yang sama yaitu ingin tidur.

  1. Penyebab rasa kantuk
    1. Faktor eksternal
  • Dosen yang membosankan dan tidak semangat dalam mengajar
  • Suasana atau lingkungan belajar yang tidak menunjang perkuliahan
  1. Faktor internal
  • Kurangnya minat terhadap suatu mata kuliah : Pada umumnya murid-murid menaruh minat besar pada mata pelajaran tertentu saja, agak berminat untuk beberapa pelajaran yang lain dan pelajaran sisanya adalah yang kurang diminati. Ketika dosen mengajar mata kuliah yang kurang diminati mahasiswa, maka mahasiswa kurang memiliki semangat untuk mengikuti perkuliahan tersebut sehingga apa yang di jelaskan tidak menarik bagi mahasiswa dan akhirnya akan membuat mahasiswa merasa ngantuk, karena kurang semangat.
  • Pola makan yang salah
  • Anemia : Anemia merupakan penyebab utama rasa kantuk sering datang. Kekurangan darah menyebabkan kurangnya zat besi, sel darah merah yang diperlukan untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ tubuh pun berkurang, sehingga menyebabkan orang sering merasa ngantuk.
  • Gangguan tidur : Gangguan tidur seperti insomnia dapat menyebabkan perasaan kelelahan dan kantuk yang berlebihan. Tidur digunakan untuk memfungsikan tubuh kembali, sel-sel tubuh memperbaiki dan meremajakan diri, sedangkan orang yang mengalami insomnia maka sistem pernapasan akan terhambat sehingga sering menyebabkan kelelahan atau kantuk
  • Diabetes : Glukosa adalah bahan bakar dari energi yang dilepaskan dala sel-sel karena adanya oksigen. Orang diabetes tipe-2, memiliki glukosa darah yang tinggi karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk menyediakan energi, sehingga sering mengeluh merasa lelah dan mengantuk.
  • Sindrom kelelahan kronis : Lelah biasanya akan segera hilang jika dibawa tidur , namun jika seseorang menderita sindrom kelelahan kronis, maka lelah tidaak cepat hilang dan ditandai dengan kelesuan, mengantuk, lekas marah, nyeri otot dan dalam beberapa kasus terjadi hilangnya memori.
  1. Strategi mengatasi rasa kantuk yang datang saat belajar
    1. Faktor internal : Faktor ini ada di dalam diri Anda masing-masing.
      Faktor ini adalah faktor motivasi. pastikan bahwa Anda memilki motivasi yang kuat, tekad yang bulat, serta semangat yang membara dalam melakukan
      segala aktifitas. Ingat tujuan hidup dan apa yang ingin dicapai dari hasil belajar agar dapat membangkitkan semangat dan motivasi dalam belajar agar rasa kantuk hilang. Gunakan waktu secukupnya untuk tidur yaitu sekitar 8 jam kemudian atur pola makan yang baik dengan gizi-gizi yang cukup yang dibutuhkan oleh tubuh.
    2. Faktor strategi : Carilah cara atau strategi yang cocok untuk menghilangkan rasa kantuk, misal dengan mencuci muka atau dengan cara mencatat hal-hal penting yang sedang dijelaskan dosen. Hal ini dapat mengurangi rasa kantuk karena otak kita digunakan untuk berpikir dan tangan kita digerakan untuk menulis apa yang disampaikan oleh dosen. Cara-cara tadi bisa menghilangkan rasa kantuk.
    3. Faktor eksternal : Faktor ini adalah faktor orang-orang disekitar anda. Suruhlah orang-orang disekitar menegur anda dengan sentuhan jika anda merasa ngantuk, seperti dikejutkan, dicubit atau bila perlu dipercikan dengan air. Hal ini dapat membuat anda tersadar dan menghilangkan rasa kantuk.

Muslimah Move On

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi#AlMunafiqun9

Dear, seperti apapun masa lalumu, tapi kehidupan harus terus berjalan. Berhenti jika memang telah sampai tujuan. Berjuang hingga hela nafas penghabisan. Kelelahan pasti menghadang, Dear. Kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun, kelelahan itu pasti datang

Dear, perjuangan kita belum usai garis finish masih membentang jauh. Sendirian, kita bisa berlari lebih cepat. Namun, bersama-sama kita bisa berlari lebih jauh. Kamu, pilih yang man, Dear ? Kebersamaan memang memakan waktu. Tapi dengan itu, mimpi-mimpi tidak lagi terlihat mustahil. Kita bisa bersama-sama memperjuangkan ruh agar dapat terus teduh dengan oase iman. Memperthankan jasad agar dapat bekerja optimal. Dan mnjaga akal agar dapat terus berpikir matang. Semua bekal manusia itu harus diperjuangkan , agar dapat tetap sehat dan beketja dengan benar. Kita bisa bersama-sama berbenah, saling menasehati, tulus mengingatkan.

Perjuangkanlah kesuburan iman tesuhkan dengan ayat Al-Quran. Kuatkan dengan rasa twakal. Dan semaikan benih keikhlasan. Kita memang bukan makjluk sempurna, Dear. Hanya sebentuk ciptaan Allah dari segumpal tanah dan setetes air hina. Apa gunanya melambungkan diri untuk terlalu berbangga ? Manusia itu memang mudah sekali membanggakan  hal-hal sepele. Mengeluhkan hal-hal spele. Membesarkan hal-hal sepele. Kemudian lupa, ada bnyak hal esensial yang justru disepelekan.

Kita bukan siapa-siapa, Dear. Hanya hamba hina dina yang berjelaga dosa. Betapa Allah menggenggam hak penuh atas diri kita. Menyembah-Nya, tanpa mempersekutukan Nya dengan suatu apa. MenaatiNya, tanpa bertanya mengapa. Karena kita berada dalam genggamanNya, tiada yang luput. Hidup dan mati kita ada dalam kuasaNya. Untuk apa terlalu berbangga dengan apa yang bukan milik kita? Bukankah sejatinya, bumi, langit, dan seisinya adalah milik Allah Ta’ala ? Apa yang dapat yang kita bawa selain amal baik di dunia ?

TEORI KEPRIBADIAN ( KEPRIBADIAN MARXIAN)

 

 

 

KEPRIBADIAN MARXIAN (ERICH FROMM)

 

 

Disusun untuk guna memenuhi tugas Teori Kepribadian

Dosen Pengampu : Dra. Catharina Tri Anni, M.Pd.

 

 

Kelompok 3:

 

  1. Anisa Dini Sabila                 (1301412052)
  2. Mukhsirotu Yunita               (1301412053)
  3. Novia Fajariyanti                  (1301412054)
  4. Muhammad Saiful Adib       (1301412055)
  5. Akhmad Arfiyanto                (1301412056)
  6. Endriati                                 (1301412057)

 

 

 

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2013

 

KEPRIBADIAN MARXIAN (ERICH FROMM)

Fromm menggabungkan teori Freud dan teori Marx. From yakin peran ketidaksadaran dalam tingkah laku manusia, sangat sigifikan untuk memahami kepribadian manusia, tetapi menurutnya Freud melakukan kesalahan dalam beberapa hal, khususnya mengenai penekanannya terhadap fungsi individual melebihi pentingnya interrelasi antara individu dengan lingkungan dan mengenai asal mula tingkah laku seksual.

KONDISI EKSISTENSI MANUSIA

Dilema Eksistensi

Mengikuti filsafat dualisme, semua gerak di dunia dilatarbelakangi oleh pertentangan dua kelompok ekstrim, tesa dan anitesa. Menurut Fromm, hakekat manusia juga bersifat dualistik. Ada empat dualistik dalam diri manusia :

  1. Manusia sebagai binatang dan sebagai manusia

Manusia sebagai binatang memiliki banyak kebutuhan fisiologik yang harus dipuaskan, seperti kebutuhan makan, minum dan kebutuhan seksual. Manusia sebagai manusia memiliki kebutuhan kesadaran diri, berfikir dan berimajinasi.

  1. Hidup dan mati

Kesadaran diri dan fikiran manusia telah mengetahui bahwa dia akan mati tetapi manusia berusaha mengingkari dengan meyakini adanya kehidupan sesudah mati dan usaha-usaha yang tidak sesuai dengan fakta bahwa kehidupan akan berakhir dengan kematian

  1. Ketidak sempurnaan dan kesempurnaan

Manusia mampu mngkonsepkan realisasi diri yang sempurna, tetapi karena hidup itu pendek kesempurnaan tidak dapat dicapai. Ada orang berusaha memecahkan dikotomi ini melalui mengisi rentang sejarah hidupnya dengan prestasi di bidang kemanusiaan dan ada yang meyakini dalil kelanjutan perkembangan sesudah mati.

 

  1. Kepada sendirian dan kebersamaan

Manusia adalah pribadi mandiri, sendiri tetapi manusia juga tidak bisa menerima kesendirian. Manusia menyadari diri sebagai individu yang terpisah dan pada saat yang sama menyadari kalau kebahagiaannya tergantung kepada kebersamaan dengan orang lain.

Kebutuhan Manusia

Pada umumnya, kata kebutuhan diartikan sebagai kebutuhan fisik, yang dipandang sebagai kebutuhan aspek kebinatangan dari manusia, yakni kebutuhan makan, minum, seks, dn bebas dari rasa sakit. Menurut Fromm meliputi dua kelompok kebutuhan : Pertama, kebutuhan untuk menjadi bagian dari sesuatu dan menjadi otonom, yang terdiri dari kebutuhan Relatedness, Rootedness, Transcendence, Unity dan Identity. Kedua, kebutuhan memahami dunia, mempunyai tujuan dan memanfaatkan sifat unik manusia, yang terdiri dari kebutuhan Frame of orientation, Frame of devotion, Excitation-stimulation, dan Effectiveness.

Kebutuhan Kebebasan dan Keterikatan

  1. Keterhubungan (relatedness)

Kebutuhan mengatasi perasaan kesendirian dan terisolasi dari alam dan dai dirinya sendiri. Kebutuhan untuk bergabung dengan makhluk lain yang dicintai, menjadi bagian dari sesuatu.

  1. Keberakaran (rootedness)

Kebutuhan keberakaran adalah kebutuhan untuk memiliki ikatan-ikatan yang membuatnya merasa krasan di duni (merasa seperti di rumahnya). Manusia menjadi asing dengan dunianya karena dua alasan ; pertaama, direnggut dari akar-akar hubungannya oleh situasi (ketika manusia dilahirkan, dia menjadi sendirian dan kehilangan ikatan alaminya), kedua, fikiran dan kebebasan yang dikembangkannya memutus ikatan alami dan menimbulkan perasaan isolasi / tak berdaya.

 

  1. Menjadi pencipta (transcendency)

Karena individu menyadari dirinya sendiri dan lingkungannya, mereka kemudian mengenali betapa kuat dan menakutkan alam semesta itu, yang membuatnya merasa tak berdaya.

  1. Kesatuan (unity)

Kebutuhan untuk mengatasi eksistensi keterpisahan antara hakekat binatang dan non binatang dalam diri seseorang. Orang dapat mencapai unitas, memperoleh kepuasan (tanpa menyakiti orang lain dan diri sendiri) kalau hakekat kebinatangan dan kemanusiaan itu bisa didamaikan.

  1. Identitas (identity)

Kebutuhan untuk menjadi “aku”, kebutuhan untuk sadar dengan dirinya sendiri sebagai suatu yang terpisah. Manusia harus merasakan dapat mengontrol nasibnya sendiri, harus bisa membuat keputusan, dan merasa bahwa hidupnya nyata-nyata miliknya sendiri.

Kebutuhan untuk memahami dan beraktivitas :

  1. Kerangka orientasi (frame of orientation)

Orang membutuhkan peta mengenai dunia sosial dan dunia alaminnya, tanpa peta dia akan bingung dan tidak mampu bertingkah laku yang ajeg-mempribadi. Kerangka orientasi adalah seperangkat keyakinan mengenai eksistensi hidup, perjalananhidup-tingkah laku bagaimana yang harus dikerjakannya, yang mutlak dibutuhkan untuk memperoleh kesehatan jiwa.

  1. Kerangka kesetiaan (frame of devotion)

Kebutuhan untuk memiliki tujuan hidup yang mutlak; Tuhan. Kerangka pengabdian adalah peta yang mengarahkan pencarian makna hidup, menjadi dasar dari nilai-nilai dan titik puncak dari semua perjuangan

  1. Keterangsangan – stimulasi (excitation-stimulation)

Kebutuhan untuk melatih sistem syaraf, untuk memanfaatkan kemampuan otak. Manusia membutuhkan tidak hanya stimulus sederhana tetapi stimuli yang mengaktifkan jiwa.

  1. Kefektivan (effectivity)

Kebutuhan untuk menyadari eksistensi diri – melawan perasaan tidak mampu dan melatih kompetensi/kemampuan.

Mekanisme Melarikan Diri dari Masyarakat

Masyarakat kapitalis kontemporer menempatkan orang dari pekerjaan mereka sendiri. Konflik antara kecenderungan mandiri dengan ketidak berjayaan dapat merusak kesehatan mental. Menurut Fromm, ciri orang yang mentalnya sehat adalah orang yang mampu bekerja produktif sesuai dengan tuntutan lingkungan sosialnya, sekaligus mampu berpartisipasi dalam kehidupan sosial yang enuh cinta.

Pada dasarnya ada dua cara untuk memperoleh makna dan kebersamaan dalam kehidupan. Pertama, mencapai mencapai kebebasan positif yakni berusahamenyatu dengan orang lain, tanpa mengorbankan kebebasan dan integritas pribadi. Cara kedua, memperoleh rasa aman dengan meninggalkan kebebasan danmenyerahkan  bulat-bulat individualitas dan integritas diri kepada sesuatu yang bisa memberi rasa aman.

Otoritarianisme

Kecenderungan untuk menyerahkan kemandirian diri dan menggabungkannya dengan seseorang atau sesuatu dengan dirinya, untuk memperoleh kekuatan yang dirasakan tidak dimilikinya. Hal tersebut dapat berupa masokisme dan sadisme. Sadisme merupakan bentuk neurotik yang lebih parah dan lebih berbahaya dibanding masokisme.

Perusakan (destruktiveness)

Bentuk pelarian dari perasaan kesepian dan isolasi berupa penyerahan individualitas dan menjadi apa saja seperti yang diinginkan kekuatan dari luar. Konformis tidak pernah mengekspresikan opini dirinya, menyerahkan diri kepada standar tingkahlaku yang diharapkan, dan sering tampil diam dan mekanis.

Karakter Sosial

Menurut Fromm karakter manusia berkembang berdasarkan kebutuhan mengganti insting kebinatangan yang hilang ketika mereka berkembang tahap demi tahap. Menurut Fromm karakter berkembang dan  berkembang dan dibentuk oleh “social arragements” (pengaturan sosial) dimana ia hidup. Fromm membedakan 2 karakter sosial dalam pasangan, yakni productiviness (hidup yang berorientasi positif) dan non produktiviness (hidup yang berorientasi negatif). Kombinasi yang benyak terjadi misalnya antara reseptive-hoarding (guru, pekerja kasar), dan antara exploitative-marketing (politikus.

APLIKASI

a. Sosialisme Komunitarian Humanistik ( Humanistik Communitarian Socialism )

Fromm mempunyai 4 proposisi mengenai hubungan seseorang dengan masyarakat yaitu :

  1. Manusia mempunyai kodrat esensial bawaan
  2. Masyarakat diciptakan manusia untuk memenuhi kodrat esensial bawaan.
  3. Tidak satupun masyarakat yang pernah diciptakan manusia berhasil memenuhi kebutuhan – kebutuhan dasar eksistensi manusia.
  4. Sesuatu yang mungkin untuk menciptakan masyarakat semacam itu.

Masyarakat yang disarankan oleh Fromm adalah  Humanistik Communitarian Socialism, masyarakat dimana orang – orang bergaul dengan cinta, yang berakar dalam hubungan persaudaraan dan solidaritas.

  1. b.     Karakter Masyarakat

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Fromm, ada 2 kesimpulan penting yaitu :

  1. Ternyata masyarakat memiliki tiga jenis karakter yaitu

a)     Productive – Hoarding : pemilik tanah yang memegangi nilai tradisional, mempertahankan tradisi.

b)     Nonproductive Hoarding : petani tak punya tanah yang tunduk kepada kekuasaan, taat beragama, menerima nasib.

c)     Productive – Exploitative : entrepreneur yang menyesuaikan diri dengan masyarakat industri baru.

  1. Karakter pribadi dan karakter sosial berhubungan timbale balik.

 

  1. c.      Psikoterapi : Psikoanalisis Humanistik

Fromm mengembangkan sistem teori sendiri yang bernama psikoanalisi humanstik.  Fromm lebih peduli dengan aspek interpersonal dari hubungan terapeutik. Menurutnya, tujuan klien dalam terapi adalah untuk memahami diri sendiri. Fromm yakin bahwa klien mengikuti terapi untuk mencati kepuasan dari kebutuhan dasar kemanusiannya. Klien hendaknya tidak dilihat sebagai orang sakit, tetapi diterima sebagai manusia dengan kebutuhan – kebutuhan yang tidak berbeda dengan kebutuhan terapis.

 

 EVALUASI

Erich Fromm mungkin penulis yang paling brilian dari semua teoritisi kepribadian. Dia menulis essay yang sangat bagus di ranah politik internasional dalam berbagai macam topik. Inti dari semua tulisannya adalah mengungkap hakekat manusia.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Alwisol. 2012. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press

Renungan

Renungan berharga bagi kita insyaALLAH…

Ibu memang bukan aktivis

Orang bilang anakku seorang aktifis. Kata mereka namanya tersohor di kampusnya sana. Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat. Orang bilang anakku seorang aktivis. Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.

Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis, ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dengan segala kesibukanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak?

Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak. Tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia…

Anakku, kita memang berada di satu atap nak, di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini. Tapi kini di manakah rumahmu nak? ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu di rumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu. Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.

Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu.

Ah, lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu. Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal, andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.

Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak. Tapi bukankah aku ini ibumu, yang 9 bulan waktumu engkau habiskan di dalam rahimku.

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu. Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu bangga padamu.

Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu? Kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak?

Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak, menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan. Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak? Bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku agenda sang aktivis. Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat di sana sini. Ada jadwal mengkaji, ada juga jadwal untuk bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya. Di sana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada di sana.

Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini. Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu, sejak kau ada di rahim ibu, tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu, selain cita dan agenda untukmu, putra kecilku…

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak, di mana profesionalitasmu untuk ibu? Di mana profesionalitasmu untuk keluarga? Di mana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat.

Ah, waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu. Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya.

Smga dapat menjadi introspeksi diri bagi kita…

sumber : fp Kartun MuslimahImage

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI dan PENGGUNAAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN

Dalam kehidupan suatu negara, pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan teknologi informasi, sekolah-sekolah di Indonesia sudah waktunya mengembangkan Sistem Informasi manajemennya agar mampu mengikuti perubahan zaman.

Siswa-siswa pun sudah banyak yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi terutama handphone. Di zaman sekarang handphone sudah hampir dimiliki oleh semua orang karena harga yang terjangkau untuk semua kalangan. Model dari handphone itu sendiri yang di tawarkan juga bermacam-macam dengan berbagai kelebihan. Orang tua yang memberikan handphone pada anaknya mungkin memiliki tujuan baik agar anak tersebut mudah dihubungi atau untuk menunjang dalam kegiatan belajar. Namun pada kenyataannya banyak siswa yang mengunakan handphone bukan untuk hal yang positif justru sebaliknya, ditambah lagi handphone yang mudah dalam mengakses internet. Hampir semua hp kini bisa untuk akses internet itu semua memiliki kekurangan dan kelebihannya

Kekurangan :

  1. Siswa mudah mengakses hal-hal yang tidak seharusnya dilihat
  2. Siswa banyak menghabiskan waktu untuk membuka jejaring sosial (facebook dan twitter)
  3. Siswa banyak yang hilang karena kasus penipuan melalui handphone
  4. Siswa banyak menghabiskan waktu untuk bermain games
  5. Siswa lebih banyak bermain daripada belajar

Kelebihan :

  1. Siswa menjadi mudah dalam mengakses materi pelajaran yang dibutuhkan
  2. Siswa mudah dalam berhubungan atau berkomunikasi dengan orang tuanya
  3. Siswa

Solusi yang tepat untuk mengatasi kekurangan tadi yaitu peran orang tua yang dibutuhkan, dalam penggunaan alat teknologi tadi seperti handphone perlu pengawasan dari orangtua agar dalam penggunaannya tidak disalahgunakan.